Saturday, February 26, 2011

Sejarah lahirnya TNI AU

Sejarah lahirnya TNI AU bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada Tanggal 23 Agustus 1945, guna memperkuat Armada Udara yang saat itu sangat kekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya. Sejalan dengan perkembangannya berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan nama TKR jawatan penerbangan di bawah Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.
Pada tanggal 23 Januari 1946 TKR ditingkatkan lagi menjadi TRI, sebagai kelanjutan dari perkembangan tunas Angkatan Udara, maka pada tanggal 9 April 1946, TRI jawatan penerbangan dihapuskan dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia, kini diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU yang diresmikan bersamaan dengan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu Sejarah monumental yang selalu diperingati jajaran TNI AU tiap tahun adalah apa yang dinamakan Hari Bhakti TNI AU. Peringatan Hari Bhakti TNI AU, dilatar belakangi oleh dua peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada 29 Juli 1947. Peristiwa Pertama, pada pagi hari, tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.
Salah satu Sejarah monumental yang selalu diperingati jajaran TNI AU tiap tahun adalah apa yang dinamakan Hari Bhakti TNI AU. Peringatan Hari Bhakti TNI AU, dilatar belakangi oleh dua peristiwa yang terjadi dalam satu hari pada 29 Juli 1947. Peristiwa Pertama, pada pagi hari, tiga kadet penerbang TNI AU masing-masing Kadet Mulyono, Kadet Suharnoko Harbani dan Kadet Sutarjo Sigit dengan menggunakan dua pesawat Cureng dan satu Guntei berhasil melakukan pengeboman terhadap kubu-kubu pertahanan Belanda di tiga tempat, masing-masing di kota Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.Peristiwa Kedua, jatuhnya pesawat DAKOTA VT-CLA yang megakibatkan gugurnya tiga perintis TNI AU masing-masing Adisutjipto, Abdurahman Saleh dan Adisumarmo. Pesawat Dakota yang jatuh di daerah Ngoto, selatan Yogyakarta itu, bukanlah pesawat militer, melainkan pesawat sipil yang disewa oleh pemerintah Indonesia untuk membawa bantuan obat-obatan Palang Merah Malaya.
Penembakan dilakukan oleh dua pesawat militer Belanda jenis Kittyhawk, yang merasa kesal atas pengeboman para kadet TNI AU pada pagi harinya. Untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan ketiga perintis TNI AU tersebut, sejak Juli 2000, di lokasi jatuhnya pesawat Dakota VT-CLA (Ngoto) telah dibangun sebuah monumen perjuangan TNI AU dan lokasi tersebut juga dibangun tugu dan relief tentang dua peristiwa yang melatar belakanginya. Di lokasi monumen juga dibangun makam Adisutjipto dan Abdurachman Saleh beserta istri-istri mereka.

PESAWAT MERAH PUTIH PERTAMA
Hari itu 27 Oktober 1945, sehari menjelang peringatan 17 tahun Sumpah Pemuda, di Pangkalan Maguwo, Yogyakarta terlihat ada kesibukan. Nampak para teknisi sedang berada di sekitar sebuah pesawat Cureng yang bertanda bulat Merah Putih, mempersiapkan segala sesuatunya untuk sebuah penerbangan yang direncanakan. Mereka menginginkan sebuah pesawat Merah Putih terbang hari itu, untuk membangkitkan Sumpah Pemuda.
Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Adi, adalah satu-satunya penerbang Indonesia yang berada di Pangkalan Maguwo. Hari itu, Pak Adi akan terbang bersama Cureng Merah Putih. Upaya itu membawa hasil.
Pak Adi membawa terbang Pesawat Cureng Merah Putih tersebut berputar-putar di Angkasa Pangkalan Maguwo disaksikan dengan rasa kagum oleh seluruh anggota pangkalan yang berada dibawah. Itulah awal mula sebuah pesawat Indonesia bertanda Merah Putih terbang di angkasa Indonesia yang merdeka.

”Base Camp”


Untuk menjadi yang lebih baik itulah yang keluar dari bibir salah satu peserta Base Camp setelah selama enam hari menjalani kehidupan ala militer yang hari ini Kamis (24/2) ditutup oleh Komandan Lanud Iswahjudi, Marsma TNI Ismono Wijayanto. Setelah digembleng selama enam hari oleh para penerbang tempur Lanud Iswahjudi, dan anggota Batalyon 463 Paskhas, akhirnya para peserta latihahan ”Base Camp” sadar bahwa bangsa dimana tempatnya dilahirkan begitu indah dan menakjubkan, setelah satu persatu berkesempatan naik burung besi dengan para penerbang tempur menggunakan pesawat AS 202 Bravo.
Sadar dengan apa yang selama ini dilakukan tidak ada guna dan manfaatnya, setelah mendengar, melihat melaksanakan sendiri hidup ala militer di Lanud Iswahjudi.   Begitu banyak hal positif yang dapat dilakukan untuk bangsa dan negara tercinta ini sebagai generasi penerus harapan bangsa. Dari ke sepuluh peserta base Camp mengaku dan bertekad untuk menjadi yang terbaik sebagai generasi penerus bangsa, karena selama ini apa yang dilakukan bukanlah apa-apa, dibandingkan para penerbang tempur Lanud Iswahjudi, yang bilamana mendapat perintah tanpa membantah selalu siap demi menjaga kedaulatan NKRI.

Friday, February 25, 2011

Upacara Pengukuhan Komandan Maritime Task Force/Unifil






Komandan Satgas Maritime Task Force KONGA XXVIII-B/UNIFIL, Letkol Laut (P) Wasis Priyono,ST menghadiri upacara pengukuhan Komandan Maritime Task Force/UNIFIL. Upacara yang berlangsung di gladak heli TCG Yildirim F243 (Turki) pada pukul 11.00-12.00 LT tersebut dihadiri oleh seluruh komandan unsur Maritime Task Force/UNIFIL antara lain: Komandan TCG Yildirim F243 Capt (N) Aydin Sezenoglu, Komandan FGS Donau A516 CDR Alexander Wulf (Jerman), Komandan FGS Zobel P6125 CDR Oliver Ertel (Jerman), FGS Hyane P6130 LTCDR Jan Fitjen (Jerman), Komandan HS Starakis P29 CDR John Panagiotou (Yunani), Komandan BNS Osman F18, Capt Mozzomel Haque (Bangladesh), Komandan BNS Madhumati CDR Afzalul Haque (Bangladesh), Komandan LAF-Navy Admiral Nazih Baroudi, Duta Besar Republik Indonesia H.E Dimas Samodra Rum, Pjs. Wakil Komandan FHQSU Letkol Laut(T) Erwin C. Gora, serta Duta Besar dan Atase Pertahanan Negara-negara sahabat.Force Commander UNIFIL Major General Alberto Asarta Cueves (Spanyol) bertindak sebagai Inspektur Upacara mengukuhkan jabatan Komandan Maritime Task Force/UNIFIL kepada Rear Admiral Luiz Henrique Caroli (BraZil) yang selama ini mengalami kekosongan. 


http://www.tni.mil.id/


Sektor East Military Police Unit Melaksanakan Pemeriksaan Bagasi (Luggage Check) Di Nepbatt


SEMPU mengadakan pemeriksaan bagasi (Luggage chek) untuk personel dari kontingen Nepal yang akan kembali ke Tanah Air mereka setelah menyelesaikan tugasnya di Lebanon. Hal ini sesuai dengan Task Description yang terdapat dalam Annex W yang berisi tentang tugas dan kewajiban dari Sector East Military Police (SEMPU).
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjamin tidak terjadinya pelanggaran terhadap peraturan mengenai barang bawaan yang telah ditetapkan oleh UNIFIL. Setelah Tim Luggage Check yang dipimpin oleh Lettu (PM) Chairul melakukan koordinasi dengan pihak Movcon (Kepolisian bandara) dan pejabat Nepbatt, pelaksanaan kegiatan Luggage Check dilakukan secara random yang artinya pemeriksaan tidak dilakukan terhadap seluruh anggota Nepbatt, namun hanya dilakukan terhadap personel Nepbatt yng ditunjuk secara acak terhadap 60 personel sesuai kesepakatan dengan Movcon.

Kegiatan pemeriksaan dimulai pada pukul 11.00 LT terhadap senjata dan kontainer untuk kemudian disegel, dilanjutkan dengan pemeriksaan barang bawaan personel seperti tas dan koper. Barang-barang yang tidak diperbolehkan untuk dibawa kedalam pesawat diantaranya korek gas, baterai, minuman beralkohol tinggi, dan barang barang yang dilarang lainnya disita untuk kemudian diserahkan kepada Movcon. Luggage check di UN POSN 8-30 ini berakhir pada pukul 17.00 LT, keesokan harinya kegiatan akan dilanjutkan dengan Escort dan Body Searching di bandara Rafik Hariri, Beirut. Hingga saat ini SEMPU telah melaksanakan 8 kali kegiatan Luggage Check terhadap kontingen-kontingen yang berada di Sector East UNIFIL.


http://www.tni.mil.id/


Wednesday, February 23, 2011

Komandan Sector East Military Police Unit Menghadiri Medal Parade Kontingen India


Menjelang rotasinya, 4th Battalion The Ladakh Scouts dari kontingen XIII India menggelar Medal Parade di markas mereka UN POSN 4-2 Blate, Marjayoun, Jumat (18/2). Pejabat dari kontingen Indonesia turut pula menghadiri acara tersebut adalah Komandan SEMPU Letkol Cpm Dwi P. Wiranto.
Upacara dimulai pada pukul 11.00 LT, dimulai dengan pemeriksaan pasukan dan pengibaran bendera dilanjutkan dengan amanat dari Force Commander Mayjen Alberto Asarta. Setelah menyampaikan amanatnya Mayjen Alberto Asarta menyematkan medali kepada para perwakilan dari kontingen XIII India, kemudian ditutup dengan acara defile dan ramah tamah.

(Reviewed by Purcep, Blate Marjayoun South Lebanon 24th February 2011)


http://www.tni.mil.id/

Kri Frans Kaisiepo-368 Laksanakan Latihan Bersama Dengan Kapal Markas Tg.448.03 Fgs Donau A516


Pada latihan  RASEX kali ini antara KRI Frans Kaisiepo-368 dengan FGS Donau A516 kapal perang milik Angkatan Laut Jerman yang sehari-hari mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai Kapal Markas (Flag Ship) TG.448.03 dalam satuan tugas Maritime Task Force/UNIFIL.  Tugas dari Kapal Markas (Flag Ship) TG.448.03 adalah merencanakan kegiatan latihan yang bertujuan melatih LAF-Navy (Lebanese Armed Force Navy)serta sebagai penghubung antara LAF-Navy dengan  MTF (Maritime Task Force) di dalam menjaga wilayah perairan Lebanon.
Latihan ini untuk melengkapi latihan RASEX sebelumnya yaitu antara KRI Frans Kaisiepo-368 dengan BNS Osman F-18 (Bangladesh), TCG Yildirim F-243 (Turki), FGS Hyane P6130 (Jerman), FGS Zobel P6125 (Jerman), dan HS Kasos P57 (Yunani).
Melalui latihan tersebut tercermin team work dan profesionalisme mulai dari shiphandling saat approach maneuver, kecakapan Tim RAS sampai disiplin suatu kapal.
Kedua Komandan unsur KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) Wasis Priyono, ST, dan Kamandan FGS Donau A516 CDR Alexander Wulf saling melambaikan tangan sebagai tanda persahabatan setelah selasai melaksanakan latihan.

(Reviewed by Purcep, Blate Marjayoun South Lebanon 24th February 2011)

Kunjungan Chief Of Staf Unifil Kedua Kalinya Di Indobatt


Chief of Staf UNIFIL (COS), Brig Gen Xavier de Wiellemont melakukan kunjungan keduanya di Satgas Batalyon Infanteri Mekanis XXIII-E/UNIFIL (INDOBATT) yang bermarkas di Adshit Al Qusayr UN POSN 7-1, Lebanon Selatan, Kamis (17/2).
COS UNIFIL datang bersama dengan Sector East Deputy Commander, Kolonel Laut (E) Joko Edi S, Sector East Chief of Operation Officer (G3) Maj Juan M. Gutierrez Leon dan COS Military Assistant Maj Lafontain.
Rombongan disambut langsung oleh Komandan INDOBATT, Letkol Inf. Hendy Antariksa didampingi Wadan Letkol (Mar) Harnoko dan para Perwira Staff. Setelah itu, rombongan melaksanakan tour of area operation menuju ke Kompi A di El Adiesse UN POSN 9-63, dengan diiringi oleh rombongan Perwira INDOBATT.
Setelah beberapa saat menyaksikan kegiatan prajurit INDOBATT yang bertugas di Kompi A, rombongan melaksanakan foto bersama dan saling bertukar cinderamata, antara COS UNIFIL dengan Komandan INDOBATT. Selanjutnya rombongan melanjutkan tour of area menuju ke XB-9 (Temporery Observation Post), TP-37, Flag Point, dan Panorama, yang merupakan wilayah tanggung jawab Kompi A.
Usai melaksanakan tour of area ke wilayah tanggung jawab Kompi A, rombongan menuju ke Markas INDOBATT dan melaksanakan foto bersama di depan Patung Garuda yang merupakan simbol kebanggaan INDOBATT.

(Reviewed by Purcep, Blate Marjayoun South Lebanon 24th February 2011)