Saturday, June 25, 2011

Sempu (Sektor East Military Police Unit) South Lebanon Melaksanakan Tes Kesamaptaan Jasmani


Sesuai dengan kalender kegiatan yang telah direncanakan oleh Staf Operasi SEMPU bahwa pada bulan Juni ini, SEMPU akan melaksanakan test Kesamaptaan Jasmani yang dilaksanakan pada hari Minggu (19/6) dengan mengambil tempat di lapangan parkir utama Markas SEMPU UNP 7-3 Blate Marjayoun.

Sebagai pelaksana dari kegiatan ini adalah Pasiops SEMPU yaitu Lettu Pom Krisna Hariyanto dan dibantu oleh beberapa personel staf dan petugas Ba Kes dari B Coy SEMR. Kesamaptaan Jasmani dilaksanakan pada pagi dan sore hari dengan pertimbangan pelaksanaan pagi hari bagi personel SEMPU yang tidak bertugas khusus dan dapat mengikuti kegiatan tersebut, sedangkan bagi personel yang tidak dapat melaksanakan di pagi hari dapat melaksanakannya pada sore hari. Pada kesempatan tersebut CO SEMPU Letkol Cpm Dwi Prasetyo Wiranto dan DCO Mayor Pom Bambang Hasanudin dan Perwira Staf turut serta dan melaksanakan Kesamaptaan Jasmani bersama para Bintara dan Tamtama SEMPU.


http://www.tni.mil.id/

Friday, June 24, 2011

Bakmi Kadin dari Kota Yogyakarta

Liputan6.com, Yogyakarta: Jika Anda berlibur ke Daerah Istimewa Yogyakarta, jangan lupa mencicipi kuliner khas Yogya, Bakmi Kadin. Kabarnya, makanan itu sering dijadikan pilihan mantan Presiden Soeharto saat menjamu tamu-tamunya di Istana Negara.
Tempat yang menyediakan Bakmi Kadin itu terbilang sederhana dan tak semewah restoran-restoran ternama. Dan entah disengaja atau tidak, saat ini lokasi restoran Bakmi Kadin persis di sebelah kantor Kadin Yogyakarta. Padahal Bakmi Kadin adalah singkatan dari nama pemilik restoran itu, Kartoprawiro Kasidin.Ia memulai usaha itu pada 1947, dengan gerobak sederhana di pinggir Jalan Bintaran Kulon. Usaha itu berkembang menjadi warung tenda yang beberapa kali pindah lokasi. Setelah penerus Mbah Karto yang juga anak lelakinya, Rochadi, meninggal dunia, pengelolaan ditangani sang cucu, Iwan.
Di tempat itu juga, menu pilihannya tak banyak. Ya, hanya bakmi dan capcay. Tapi jangan ragukan rasanya. Sudah bukan rahasia lagi, tempat itu juga menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di Yogyakarta.Tempat itu tak pernah sepi pengunjung. Dan jangan kaget bila suatu saat Anda menemukan pejabat atau artis di tempat itu. Ivan Gunawan, misalnya. Semua kalangan memang akrab dengan rasa Bakmi Kadin .Proses pengolahan Bakmi Kadin terbilang mudah. Tumis bumbu kering yang terdiri dari bawang, garam, merica, dan lain-lain, diracik hingga tercium aroma khasnya. Masukkan telur bebek.
Campurkan juga air, potongan daging ayam kampung, daun bawang, dan kol. Tambahkan cabe rawit bila ingin rasa pedas. Setelah mendidih akan tercampur rata mie putih atau mie kuning.Rahasia rasa istimewa Bakmi Kadin ternyata di  proses memasak yang menggunakan anglo, bukan kompor. Selain bakmi rebus, bakmi goreng juga tak kalah sedapnya. Harga bakmi dimulai dari Rp 11 ribu tanpa telur hingga Rp 25 ribu untuk bakmi spesial. Untuk minumannya mulai dari Rp 1.500 hingga Rp 3.500 untuk bajigur.Bakmi Kadin buka setiap hari, sejak pagi hingga tengah malam. Bagi Anda yang ingin mencari suasana Yogya lebih baik datang di waktu malam, karena ada live music keroncong yang siap menghibur.(SHA)

Desa Emas di Purwokerto


REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO - Warga Desa Kediri Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, mendadak panen emas. Butiran-butiran emas yang diduga masih berupa emas muda tersebut, ditemukan di sungai Logawa yang mengalir di desa mereka. ''Panen emas ini sudah berlangsung sejak tiga hari lalu,'' kata Slamet (40).Warga mencari butiran-butiran emas tersebut, dengan cara memecah batu-batu di sungai, bukan dengan cara mengayal pasir atau tanah yang ada di pinggir sungai. Setelah batu dibelah, di dalamnya akan terlihat butiran-butiran warna kuning sebesar peluru senapan angin seperti butiran emas.
Slamet menuturkan, adanya butiran emas dalam bebatuan sungai ini, pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh anak-anak yang bermain di sungai. Anak-anak yang sedang bermain tersebut memecah bebatuan sungai, kemudian melihat ada butiran kuning di dalamnya. Butiran tersebut, kemudian ditunjukkan pada orang tuanya.''Oleh orang tua tersebut, butiran tersebut ditunjukkan ke toko emas yang ada di Kecamatan Karanglewas. Menurut pemilik toko emas tersebut, butiran itu memang emas. Tapi masih merupakan emas mentah,'' jelasnya.
Berdasarkan penjelasan pemilik toko emas itulah, kemudian tersebar berita bahwa bebatuan di Sungai Logawa mengandung emas. ''Akhirnya, banyak warga beramai-ramai  mencari emas di bebatuan Sungai Logawa Desa Kediri,'' tambah Slamet.

Wednesday, June 22, 2011

Jam Gadang Kebanggaan Kota Padang


Penjajahan Belanda di Indonesia meninggalkan jejaknya di Bukittinggi. Kenang-kenangan itu berupa Jam Gadang yang menjadi ciri khas kota. Jam ini dibangun pada 1926, sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada sekretaris kota. Hingga kini menara Jam Gadang masih menjadi bangunan tertinggi di Bukittinggi.
Jam Gadang dilengkapi lonceng besar di bagian atasnya. Di lonceng itu tertera pabrik pembuat jam: “Vortmann Relinghausen, I.W Germany”. Vortman adalah nama belakang pembuat jam ini, Benhard Vortmann. Recklinghausen adalah nama kota tempat mesin jam diproduksi di Jerman pada 1892.Karena uniknya mesin jam ini, tidak ada montir yang bisa memperbaiki. “Jadi kalau rusak atau macet, kami perbaiki sendiri,” kata Yusrizal, satu dari empat petugas penjaga jam.Para penjaga tak pernah belajar memperbaiki mesin jam secara formal. Pengetahuan teknis mengenai jam ini diajarkan secara turun-temurun dan terbukti berhasil karena kerusakan kecil pada jam selalu berhasil diperbaiki oleh mereka.
“Kecuali saat gempa tahun 2007. Bandul jam sempat patah dan harus diganti,” kata Andre, petugas jaga yang lain. Gempa di Padang tahun 2010 juga membuat dinding menara retak, namun tak merusak mesin jam.
Andre dan Yusrizal sedang bertugas jaga siang, bergantian dengan dua orang petugas yang akan berjaga pada malam hari. Empat orang itulah yang melakukan seluruh pemeliharaan. Mereka bertugas merawat jam, menjaga keamanan, hingga menyapu lantai. Kecuali telah mendapatkan izin, pengunjung dilarang memasuki bagian dalam menara.

Bagian dalam menara terdiri dari beberapa tingkat. Tingkat paling atas adalah tempat penyimpanan lonceng. Mesin jam dan permukaan jam terletak pada satu tingkat di bawah. Menaiki tangga kecil ke atas cukup menguras tenaga. Tetapi perjuangan menaiki anak tangga itu tentunya. Dari atas menara, tampaklah kota yang dikeliligi tiga gunung: Singgalang, Merapi dan Sago.

Jam Gadang menjadi pusat penanda kota Bukittinggi. Acara-acara kota biasanya diselenggarakan di lapangan dekat menara ini. Salah satunya sebagai titik dimulainya etape ke-4 Tour de Singkarak pada 9 Juni 2011.Tempat ini juga menjadi ruang interaksi favorit warga. Pada hari kerja pun lapangan di sekitar Jam Gadang tampak ramai. Anak-anak berlarian dan bermain dengan gelembung sabun, sementara orangtua mereka duduk-duduk di keteduhan. Sebuah ruang publik gratis yang seharusnya ada di setiap kota di Indonesia.

Sumber : Yahoo Travel

Tingkatkan Sinergitas TNI dan POLRI


Tingkatkan sinergitas  dan koordinasi serta profesionalisme dalam menangani kekerasan horizontal, aksi terorisme, gejala radikalisme, dan pembangkangan hukum guna terjaminnya keamanan dan ketertiban  di tengah masyarakat, sehingga roda pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Demikian penekanan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. kepada Perwira  TNI dan Polri dalam rangka safari kunjungannya bersama Kapolri selama 3 hari ke wilayah Sumatera di Pekanbaru, Jumat (17/6). Rombongan Panglima  TNI dan Kapolri disambut dengan tarian adat Pekanbaru serta pengalungan bunga. Penyambutan tersebut mengusung tema, Merajut Kebersamaan Membangun Negeri. Menurut Panglima TNI tema tersebut sangat tepat dengan tujuan kunjungan kerjanya yaitu untuk meningkatkan sinergitas,  kebersamaan, mempererat kekompakkan dan keterpaduan TNI-Polri dan Pemerintah Daerah serta masyarakat. Selain itu juga untuk meningkatkan soliditas dan solidaritas TNI Polri dalam menciptakan stabilitas keamanan dan pertahanan guna mendukung pembangunan nasional. Program pembangunan nasional akan berjalan dengan baik manakala didukung oleh situasi keamanan yang baik dan kondusif.  Tanpa keamanan yang baik dan kondusif mustahil program pembangunan nasional bisa dilakukan dengan baik.

Terkait tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang salah satunya adalah membantu Kepolisian dalam mengatasi gangguan keamanan nasional atas dasar permintaan Polri. Panglima TNI menjelaskan bahwa minta bantuan bukan berarti tidak mampu, akan tetapi ada keinginan untuk bersama-sama mensinergiskan kemampuan antara TNI dan Polri, sehingga pelaksanaan tugas dapat dilaksanakan dengan optimal. Sebaliknya pihak TNI yang dimintai bantuan jangan merasa lebih baik dan hebat. Sedangkan Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo menegaskan bahwa untuk mengatasi masalah keamanan perlu adanya bantuan seluruh komponen Bangsa termasuk Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat serta seluruh lapisan masyarakat.

Usai memberikan pengarahan Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan melaksanakan foto bersama. Sebelum kembali ke Jakarta,  Panglima TNI di ruang VIP Lanud Pekanbaru menerima paparan dari Komandan Korem 031/ Wira Bima Kolonel Inf Zaedun, S.E., Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut Muhammad Ali dan Danlanud Pekanbaru Kolonel Pnb Bowo Budiarto, S.IP., terkait dengan situasi dan kondisi serta pelaksanaan tugas masing-masing satuan.

Tuesday, June 21, 2011

UNIFIL Inter Contingent Badminton Championship


Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadan Satgas) Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL atau Indonesia Battalion (Indobatt) Letkol (Mar) Harnoko, mewakili UNIFIL Force Commander, Maj Gen Alberto Asarta Cuevaz, secara resmi membuka kejuaraan Bulu Tangkis se-UNIFIL yang bertajuk UNIFIL Inter Contingent Badminton Championship di lapangan Parade Soekarno, Markas Batalyon UN Posn 7-1, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Senin (20/6).

Turnamen ini diikuti oleh 113 peserta yang berasal dari 6 Kontingen Negara-negara di jajaran United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) yaitu Indonesia, China, Nepal, India, Ghana, dan Malaysia. Dalam sambutannya, Wadan Satgas mengucapkan selamat datang kepada seluruh atlet bulu tangkis di Markas Indobatt serta mengajak kepada mereka untuk menjaga sportifitas dalam bertanding dan selalu memegang teguh jiwa kebersamaan serta kekompakkan.  Pembukaan turnamen ditandai dengan pemukulan Gong oleh Wadan Satgas, sekaligus sebagai salah satu sarana pengenalan alat musik tradisional yang dimiliki oleh kebudayaan bangsa Indonesia.

Tim Bulu Tangkis Kontingen Indonesia yang merupakan gabungan dari Indobatt, Satgas FPC, Satgas SEMPU dan Satgas FHQSU menurunkan 35 atlet andalannya. Dari 11 partai pertandingan yang dimainkan, yaitu 3 partai tunggal putra, 3 partai tunggal putri dan 5 partai ganda putra. Kontingen Indonesia berhasil meloloskan 9 partai dan hanya kehilangan 2 partai pertandingan saja yaitu pada partai tunggal putra dan tunggal putri.



http://www.tni.mil.id/

Indobatt Siap Menjadi Tuan Rumah Turnamen Badminton Se-UNIFIL


Satgas Yonmek Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL atau Indonesia Battalion (INDOBATT) menyiapkan diri sebagai tuan rumah turnamen badminton se-UNIFIL yang diberi nama event UNIFIL Inter Contingent Badminton Championship sebagai lanjutan turnamen olahraga umum/militer seluruh jajaran kontingen yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon di bawah naungan United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL).

Berdasarkan surat perintah yang dikirimkan dari Sektor Timur UNIFIL kepada Indobatt pada kesempatan turnamen olahraga badminton kali ini Indobatt didaulat untuk menjadi tuan rumah. Sejak dikeluarkannya surat perintah yaitu pada tanggal 1 Juni 2011, INDOBATT telah membentuk kepanitiaan dengan koordinator Kasi CIMIC (Civilian Military Coordination) Mayor Arh Sukma Yudha.

Event yang rencana akan dimulai pada hari Senin tanggal 20 hingga 23 Juni 2011 itu akan diikuti oleh 6 negara peserta yaitu Indonesia sebagai tuan rumah, India, China, Nepal, dan Ghana. Kegiatan akan digelar di Rubb Hall Kompi bantuan UN POSN 7-1, Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Koordinator tim dari Kontingen Indonesia, Mayor (Mar) Profs Degratment menjelaskan untuk Kontingen Indonesia akan menurunkan 2 Tim dengan jumlah pemain keseluruhan sebanyak 35 orang yang melibatkan INDOBATT, Satgas SEMPU, FPC, dan FHQSU.

Wadan INDOBATT, Letkol (Mar) Harnoko berpesan kepada seluruh panitia agar berlaku sportif dan seadil-adilnya serta menjalankan perannya didasarkan pada aturan yang telah disyahkan pada saat technical meeting. Jadilah tuan rumah yang baik, serta raihlah prestasi setinggi-tingginya dengan sportif, tegasnya.



http://www.tni.mil.id/