Thursday, August 18, 2011

Berselingkuh di Bulan suci Ramadhan?


ORANG  paling sabar se Kabupaten Banyuwangi mungkin hanyalah Marjuki, 30 (bukan nama sebenarnya). Meski tahu istrinya berselingkuh ria di rumah, dia tetap tarwih hingga selesai. Baru setelah salat 23 rakaat itu rampung, dia mengusut perzinaan istri dengan Sakim, 38, (bukan nama sebenarnya) teman sendiri.
Inalloha ma’a shobirin, sesungguhnya Allah bersama orang yang bersabar, begitulah  janji Allah pada ummat-Nya. Banyak orang yang berusaha mencapai kesabaran semaksimal mungkin, tapi setan selalu menggoda. Maka polisi Polres Banyuwangi sempat geleng-geleng kepala, melihat kesabaran Marjuki non Alie ini. Bagaimana tidak, melihat istrinya dikangkangi lelaki lain, tetap saja salah tarawih hingga selesai. Setan pun gagal membujuk Marjuki.
Marjuki yang tinggal di  Siliragung, Banyuwangi, dulu pernah bekerja bersama-sama dengan Dariman, 35,(bukan nama sebenarnya) di penambangan emas Pesanggaran. Meski kini  tak lagi bekerja di penambangan emas,  hubungan mereka tetap berlanjut. Berulang kali Dariman main ke rumah dan ngobrol bersama.
Ternyata, seringnya Dariman hadir ke rumah Marjuki,  tak lain lantaran dia naksir istri Marjuki yang cantik dan genit.  Maklum, bodi dan penampilan Titik, 20, (bukan nama sebenarnya) memang sangat seksi menggiurkan.  Setiap melihat istri tuan rumah, jakun Dariman langsung turun naik bak bandul timba. “Edan, Titik memang enak digauli dan perlu,” komentar Dariman sebagai pengemban amanat setan.
Di kala Marjuki tak di rumah, dia mulai jadi “tukangkompor” bahwa suaminya saat di penambangan batu suka pacaran dengan cewek penjaga warung.  Sat Ny. Titik termakan gossip tersebut,  Dariman mulai masuk. Artinya, dia mengompori bahwa selingkuh harus dibalas dengan selingkuh. Lalu dengan siapa? Tanpa malu-malu Dariman menuding dirijnya sendiri.
Titik yang sakit hati, langsung saja mengiyakan ajakan ajakan Dariman. Jadilah kemudian,  suami jadi teman di proyek penambangan, kini giliran istrinya yang “ditambang”. Aksi selingkuh itupun terus berlanjut. Tapi ketika bulan puasa seperti sekarang ini, Tatik memberikan solusi di kala suami salat tarawih saja. “Jadi suaami cari pahala, kita sibuk urusan paha…..,” kata Titik yang telah membawakan suara setan.
Demikianlah, beberapa malam lalu saat Marjuki salat tarawih di mesjid, diam-diam Titik memanfaatkan gudang mebel tetangga untuk berbuat mesum. Tapi saat mereka “pemasanan” kepergok pemilik gudang. Maka orang itupun lalu meng-HP pemandangan yang jarang ada itu. Diam-diam Marjuki datang dan mengintip aksi mesum bininya. Ironisnya, melihat isrtinya ditindih lelaki lain yang juga teman sendiri, dia tetap bersabar. Yang mesum  dibiarkan mesum, dan dia kembali ke mesjid, salat tarawih hingga 23 rakaat.
Pulang salat baru klarifikasi pada Titik. Benarkah dia tadi kelonan di gudang meubel bersama Dariman? Karena kalah bukti, Titik pun tak bisa berkutik. Pagi harinya Dariman dipanggil dan diserahkan polisi. Dalam perundingan, Marjuki siap melepas Titik, dan Dariman siap menerima. Tapi pihak Titik yang tidak mau. “Saya kadung cinta pada Mas Marjuki dan ini sebagai penebus dosa,” ujarnya.
Cinta sih cinta, tapi sudah ternoda. (DS/Gunarso TS)

0 comments:

Post a Comment